Penghentian Impor Solar Industri Lebih Lama, Ini Penjelasan Praktisi Migas
Penghentian Impor Solar Industri CN 51 Lebih Lama, Ini Penjelasan Praktisi Migas
Penghentian impor Solar Industri dengan angka setana (Cetane Number/CN) 51 dipastikan berlangsung lebih lama dibandingkan solar CN 48. Perbedaan waktu tersebut dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas produksi dan kesiapan kilang dalam negeri.
Praktisi minyak dan gas bumi, Hadi Ismoyo, menjelaskan bahwa solar CN 51 merupakan solar berkualitas tinggi yang memiliki spesifikasi teknis lebih ketat dibandingkan CN 48. Oleh karena itu, proses substitusi impor untuk Solar Industri CN 51 membutuhkan waktu dan persiapan yang lebih matang.
Pemerintah Mulai Hentikan Impor Solar Bertahap
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menyampaikan bahwa penghentian izin impor solar akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2026.
“Mulai tahun ini saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Kalau ada yang masuk bulan ini atau bulan depan, itu merupakan sisa impor tahun 2025,” ujar Bahlil saat ditemui dalam agenda peresmian RDMP di Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa impor solar CN 48 telah dihentikan sepenuhnya, sementara impor Solar Industri CN 51 baru akan dihentikan pada semester II tahun 2026.
Solar Industri CN 51 Memiliki Spesifikasi Lebih Kompleks
Hadi Ismoyo menjelaskan bahwa Solar Industri CN 51 memiliki Cetane Number yang lebih tinggi serta karakteristik sulfur rendah, yakni sekitar 50 part per million (ppm), sesuai standar emisi Euro IV.
“Solar CN 51 lebih rumit dan kompleks dalam proses produksinya serta membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, memerlukan waktu untuk mempersiapkan fasilitas dan meningkatkan kepercayaan operasional,” jelas Ismoyo kepada Kontan.
Menurutnya, keputusan menghentikan impor CN 48 lebih dahulu merupakan bagian dari pertimbangan teknis dan penetapan skala prioritas dalam proses rekayasa kilang.
“Dalam dunia engineering, penyusunan prioritas adalah hal yang lazim dilakukan,” tambahnya.
Kapasitas Domestik Solar Industri Masih Terbatas
Pemerintah sebelumnya juga menyampaikan bahwa opsi impor Solar Industri CN 51 masih terbuka karena kapasitas produksi dalam negeri belum sepenuhnya mencukupi.
Bahlil menjelaskan bahwa solar CN 51 umumnya digunakan untuk kebutuhan industri berat, khususnya alat berat yang beroperasi di wilayah dengan kondisi ekstrem.
“Solar CN 51 ini merupakan solar berkualitas tinggi yang biasa digunakan untuk alat-alat berat di daerah dingin dan dataran tinggi, seperti di kawasan pertambangan,” kata Bahlil.
Ia mencontohkan penggunaan Solar Industri CN 51 di area pertambangan, yang membutuhkan performa bahan bakar optimal dalam suhu rendah.
“Hingga saat ini, kapasitas produksi dalam negeri untuk solar CN 51 belum mencukupi. Oleh karena itu, impor masih diperlukan sampai kilang nasional benar-benar siap,” tutupnya.
Sumber: industri.kontan.co.id

Posting Komentar untuk "Penghentian Impor Solar Industri Lebih Lama, Ini Penjelasan Praktisi Migas"